Lahirnya Hati

بسم الله الرحمن الرحيم

"Apakah orang yang sudah mati, kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, (apakah dia) sama dengan orang yang berada dalam gelap-gelita yang sekali-kali tidak dapat keluar ia darinya?" (Surah al-An'am, 6: 122)

Bulan Ramadhan akan tiba lagi. Aku bermonolog sendirian. Sudah lama aku menyepikan diri dalam bilik berhawa dingin di ibukota Jakarta. Banyak, terlalu banyak yang ingin kuperkatakan disini. Ya, mungkin perkataan 'Aku' lebih sesuai sebagai kata ganti pertama bagi diri ini yang sedang memberontak dari dalam. Monologku kadang-kala lebih mudah terconteng di laman Facebook. Sukar rasanya untuk dituntaskan di sini. Seorang sahabat datang bertandang di kamarku. Pelbagai persoalan dilontarkan, hingga aku terpaksa mengemaskini pengetahuan aku tentang beberapa perkara bagi menjawab persoalan tersebut. Alhamdulillah, setidaknya hati ini sedikit tersentuh untuk bangkit.

Click to read more...

Menulis untuk Masa Depan

بسم الله الرحمن الرحيم

Saya merasakan tidak banyak manfaat yang boleh diperoleh jika kita terus menceritakan aib diri yang pernah futur, tercicir dalam perjuangan. Cukuplah beberapa artikel sepanjang tahun-tahun yang sudah sebagai iktibar yang diharapkan tidak berulang. Alhamdulillah saya mendapat kekuatan untuk berdiri semula walaupun diri ini sekarang tidaklah berada dalam lingkungan dan prestasi yang terbaik. Ada beberapa peristiwa yang menyuntik semangat diri untuk bangkit semula, dan insyaAllah dalam artikel akan datang saya akan berkongsi juga hal yang mungkin menjadi penyebab lemahnya semangat itu. Ya, semangat hakikatnya penting untuk kita terus istiqamah, konsisten dalam sesuatu urusan. Namun janganlah semangat itu membuat kita terlupa bahwa tiap sesuatu itu ada tahapan-tahapannya, ada ketika-ketikanya. Allah lebih menyukai suatu amal yang sedikit tetapi berterusan.

"Demi nyawaku yang berada di tangan Allah, sekiranya kamu terus-menerus sebagaimana kamu seperti di hadapanku (insaf, serius dan teliti), nescaya kamu akan sama tahapnya seperti malaikat di tempat tidurmu dan di perjalananmu. Namun Hanzalah, ingatlah seketika, seketika (ertinya ada ketikanya kita serius dan ada waktunya kita berehat dan meringankan fikiran)" (atsar, riwayat Muslim)

Click to read more...

Jangan Futur

Hari ini, saya membuka kembali buku karya Fathi Yakan yang baru dikhatamkan cuti Disember lepas. 'Golongan yang tercicir' itulah judulnya, yang mungkin padan kalau direfleksikan kepada diri saya saat ini. Namun golongan yang tercicir yang disebut dalam buku ini, atau judul bahasa arabnya 'al-mutasaqitun 'ala tariqud da'wah', banyak mengambil ibrah dari kisah yang berlaku di zaman Rasulullah s.a.w. Zaman di mana generasi Qurani masih bertebaran di seluruh pelusuk tanah Arab dan gejala keciciran yang berlaku tidaklah sedahsyat suasana akhir zaman ini. Jauh terlalu hebat untuk dibandingkan dengan diri saya yang hina. Mungkin istilah 'futur' lebih sesuai digunapakai di sini, istilah yang saya dapatkan di akhir silibus usrah sewaktu belajar di sekolah menengah dahulu. Namun bukanlah buku tersebut mahupun silibus yang mahu saya kongsikan hari ini, melainkan hanya gejala keciciran yang saya insafi yang masih berbekas dalam diri, dan saya cuba membuat self-barrier dengan sedikit nasihat yang tertera dibawah nanti.

Click to read more...

Dan Dia Masih Hidup

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan masa, yang di dalamnya ada orang yang merugi dan ada yang beruntung. Dan betapa relatifnya dunia yang hakikatnya berada di bawah kekuasaanNya, bila-bila saja dia mampu menenggelamkan beberapa kampung dengan bergeraknya tanah yang selama ini kita pijak, dan bila-bila jua Dia berhak menentukan saat berakhirnya nadi kehidupan dalam sekujur tubuh yang asalnya dari tanah, untuk kembali semula kepada tanah.

Nadi, hanya menghasilkan denyut apabila unsur air dalam tubuh itu bergerak. Dan barulah manusia, yang secara saintifiknya lebih 70% terdiri dari air itu dapat dikatakan hidup. Dia, yang saya nukilkan sebagai tajuk tulisan hari ini adalah saya, dan benarlah dia masih hidup. Alhamdulillah. Hari ini sudah lebih 23 tahun dia menghirup udara di Bumi Allah tanpa biaya sedikitpun. Benarlah, nikmat yang paling berharga biasanya kita dapatkan secara cuma-cuma, tidak berbayar, gratis! Udara, air, masa lapang, kesihatan adalah antara hal esensial yang kita peroleh semenjak pertama kali kita lahir ke dunia, pasrah tanpa kita minta dan tanpa bekalan apa-apa.

Click to read more...

Evolution? Creation? Qur'an Teaches Both!

Malam Ramadhan ke-12 ini dikunjungi hujan renyai, menghadirkan hawa mengantuk di sela-sela Semester Pendek kali ni. Lantas saya cuba hangatkan sedikit dengan pernyataan yang contradict dengan entri nighthood pada 20 Julai lalu, Evolution Deceit. Sekadar cambahan buah fikiran, teori evolusi yang dibawa Darwin sememangnya salah. Sudah namanya pun teori, namun tidak dinafikan ia  telah membuat manusia berfikir tentang asal kewujudannya dan akhirnya menuju kepada idea ke mana pula kita semua akan berakhir. Tidak lagi bergantung kepada indoktrinasi dari siapapun tentang dirinya, atau setidaknya telah mula berfikir tentang kebenaran setiap doktrin yang wujud sebelum mempercayainya.

Asal penulisan spontan  malam ini adalah sebagai muqaddimah entri Kepentingan Mengenal Allah, dan hubungannya dengan Kemerdekaan (al-hurriyyah), sesuai dengan Hari Kemerdekaan Malaysia ke-52 yang disambut semalam. Namun buat masa ni saya sekadar ingin mengulas sedikit tentang muqaddimah buku Evolution Deceit karangan Harun Yahya yang diulas oleh sahabat saya, nighthood. Antara perkataan Harun Yahya yang menarik perhatian saya adalah perenggan pertama dari  topik pertama, 'To be Freed From Prejudice". Harun Yahya menulis, "Most people accept everything they hear from scientists as strictly true. It does not even occur to them that scientists may also have various philosophical or ideological prejudices..". Saya percaya, Harun Yahya sedar pernyataan ini juga mesti diaplikasikan kepada penulisan beliau yang juga seorang pengkaji mirip saintis. Justeru, pembaca bukunya dapat menilai pernyataan beliau melalui proses berfikir dan bukan indoktrinasi. Saya salinkan di bawah artikel ringkas yang menyentuh topik perbahasan kali ni. Selamat berfikir!



Creation and Evolution


For the Muslim there is no need for separation between religion and science. It is understood from the Quran, revealed over 1,400 years ago, that there is both; "Creation" and "Evolution." And in both instances, it is only Allah who is "Able to do all things." In fact, it was the Muslim scientists, more than 1,000 years ago, who set the stage for the advancement of learning, technology and disciplines in science that we know today.

Allah has explained how He created everything in the universe and brought all life out of water. He created humans from earth (not monkeys) and there is no need to attempt fabrications of "links" to the animal world in Islam.

The Christian Bible says that Adam and Eve were both created here on Earth, less than 10,000 years ago. The Quran says that Adam and Eve were created in Heaven, and NOT on Earth. When they disobeyed God, He expelled them from Heaven, down to Earth.

Muslims believe that souls are assigned to humans 40 days after the human inception. The Quran says that angels retrieve human souls on two occasions. One occasion is when humans die. The other occasion is every time humans fall asleep. When humans wakeup, the angels release those souls back to them:

It is Allah that takes the souls (of men) at death; and those that did not die, during their sleep: those on whom He has passed the decree of death, He keeps back, but the rest He sends (to their bodies) for a term appointed. Verily in this are Signs for those who reflect. [Noble Quran 39:42]

And Allah has Created every animal from water; of them are some creeping on their bellies; some walk on two legs; and some on four. Allah Creates what He wills: for sure Allah has Power over all things.[Noble Quran 24:45]

The Quran has set a precedent 14 centuries before modern science, explaining in simple and direct terms about his "creation" of animals and their various functions and then assures us it is He who has the Power over everything. This statement includes the fact Allah can if He Wills, reshape and alter his creation as He Chooses. There is clear evidence within many species of alteration and changes within the species. However, there is no concrete evidence to support a cross over in development from one type to another, such as reptiles turning into birds or alligators turning into cows. The statements made in Quran are quite clear when Allah tells us of having brought forth other life forms and then destroying or replacing them with others. This again, does not imply evolution in the sense of one type becoming or changing into another.

Allah tells us He is Al-Bari, (The Shaper or Evolver) but once again, this does not mean He has a need to bring about each individual life form all from one kind. Actually, while reading the Quran you learn He has brought many types and shapes and sizes as He Wills. Changes within species occur even as quickly as one or two seasons, not even taking a whole year, much less millions as was supposed by Darwin.

Charles Darwin's Theory

Speaking of Charles Darwin, he was only an armature naturalist and had only observed the finches (birds) on the Galapagos Islands for the first time in the mid 1850s. He noticed that on each island the birds had different shaped beaks according to the type of food available on their particular island. For this reason, he assumed, the birds had progressed over millions of years and only the hardiest of the species had survived the climate and vegetation changes. However, this is totally inaccurate and was dismissed as a mere humor in a TV series on the educational channel in October of 1998. According to the scientists’ discoveries in that very same year, the effects of the weather phenomenon known as El Nino, the climate on these same exact islands had drastically changed in a single year within a number of months. And to their surprise, the eggs of the finches on each island hatched open producing birds with beaks already altered to accommodate the changes of their environment.

The commentator even said this shoots Darwin's theory completely down and he laughed.

There is no DNA research pointing to a connection between apes and humans as was supposed by the scientists and those who had financed them over the years. In fact, the barnyard pig is closer to humans in many aspects, than a monkey or a gorilla. Consider the fact, doctors use the skin from pigs to replace needed tissue on burn victims and the famous movie actor, John Wayne had a pig's heart valve installed in his own heart in a 1977 operation to save his life. It worked, too - until his smoking caused him to die of cancer.

The rational approach to the whole subject is rather simple. Just as He (Allah) is able to Create the universe and bring forth life, it is simple also for Him to produce as many different types of forms of life as He Wills. No problem for Him, after all - He is the Creator and He is the Shaper. And most important, He can change anything as He Wills - even today. (source)

Click to read more...

Khas buat Asqalani

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, kita telah memasuki hari ke-5 dari bulan Ramadhan yang mulia. Segala puji dan syukur dipanjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala atas kurniaan-Nya yang begitu besar buat hamba-hambaNya di bulan ini, iaitu keampunan-Nya bagi dosa-dosa yang lalu, segala doa-doa yang dimakbulkan malah kita dikurniakan derajat yang tinggi sebagai Shiddiqin dan Syuhada'. Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam. bersabda:

"Sesungguhnya di setiap hari dan malam Allah mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka di bulan Ramadhan, dan sesungguhnya setiap muslim yang memiliki doa yang jika dia berdoa maka akan dikabulkan baginya" (HR al-Bazaar, Ahmad dan Ibnu Majah; sahih)

Dari Amru bin Murroh al-Juhani radhiallahu 'anhu berkata: 'Datang seorang lelaki kepada Nabi shallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku bersaksi bahawa tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahawasanya engkau adalah Rasulullah, aku solat lima waktu, aku tunaikan zakat, aku berpuasa Ramadhan dan qiyam Ramadhan, maka termasuk golongan apakah aku?"

Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam menjawab:

"Termasuk Shiddiqin dan Syuhada' " (HR Ibnu Hibban; sahih)

Entri artikel kali ini adalah khusus untuk memenuhi permintaan seorang sahabat, asqalani tentang harga-harga buku/kitab agama di sini. Maaflah sebab ambil masa agak lama untuk dapatkan senarai harga ni. Senarai buku yang anta bagi ana dah cuba cari harganya but yang dapat cuma list buku yang dibawah ni, kebanyakannya terbitan Darus Sunnah dan Pustaka Azzam sebab ni je yang ana ada list harga buku-buku tu. Harga-harga yang disebutkan di bawah ni based on Katalog Julai 2009 dan belum termasuk diskaun special, yang tu anta kene contact ana untuk maklumat lanjut :)

  1. Al-I'tisham (as-Syatibi): 145 ribu
  2. Tafsir Ibn Katsir (Pustaka Imam Syafie): 1.33 juta (saiz besar), 800k (saiz kecil)
  3. Sahih Tafsir Ibn Katsir (al-Mubarakfuri): 1.103 juta (jil.1-9)
  4. Fathul Baari (Ibn Hajar) : 3.827 juta(jilid 1-33)..jilid 34-selesai,36 belum tahu
  5. al-Minhaj Sahih Muslim: belum ada
  6. Bidayah wan Nihayah (Ibnu Katsir): 149 ribu
  7. Fiqh Sunnah (Said Sabiq): 650 ribu
  8. Tamamul Minnah (al-Albani): 72 ribu
  9. 'Aunul Ma'bud (Sunan Abu Daud): 125 ribu (Jil.1), 145 ribu (jil.2)
  10. Tafsir al-Qurtubi: 3.442 juta (jilid 1-20)
  11. Tafsir at-Tabari: 3.335 juta (jil.1-19)
  12. Subulus Salam (jil.1-3):
  13. Umdatul Ahkam:
  14. al-Mughni (Ibn Qudamah): 673 ribu (jil.1-5)
  15. Umdatul Qari (al-Aini)
  16. Khatib Syarbini:
  17. Majmu' Fatawa (Ibn Taimiyah): 75 ribu (jil.1)
Rasanya inilah yang termampu ana sediakan untuk antum, maaf sekali lagi sebab sangat lambat reply request ni. InsyaAllah ana akan kembali ke Malaysia sehari sebelum raya, 19hb September dan bercuti selama seminggu. Jemputla mai rumah di Klang, kalau ada kelapangan insyaAllah ana pun akan berkunjung ke rumah saudara-mara di Bukit Mertajam. Apa-apahal anta boleh call ana eh. Dan boleh juga update apa-apa lagi list buku yang lain kat entri ni. Ana doakan Ramadhan kita semua kali ni lebih bermakna. Wassalam.

Click to read more...

Selamat Tinggal PKPMI Pusat

Alhamdulillah, 22 ogos 2009 bersamaan 1 ramadhan tahun ????(haha *gulp*), aku dapat menamatkan buku ke-4 aku tahun ini berjudul ‘Islam, tanggungjawab dan disiplin’ karya dr maza. Pasni, plan untuk membaca ‘sifat perniagaan nabi’ karya Muhammad Ariffin bin Badri. Lepas tu lagi, nak cukupkan 1 tahun 10 buku, baca buku yang kecik2 je plak *haha* (x cukup masa seh).

Tuan punyer blog paksa aku tulis pengalaman pasal kongres lagi. Die bukan xtau ex-YDP da tulis pasal tu, junior pon da tulis. Penat aku cari scope yang xsama dengan dorang. Xsuke la unsur2 klise ni. Tapi xpe, insya Allah pe yang aku tulis arini berlainan sikit dari mereka2 dan mudah2 bermanfaat (1-week in d making, heh).

First aku nak bentangkan hasil discussion aku dengan Akmal pasca kongres (meeting dalam angkut jeh, da bersara la katakan). Hasil observasi aku terhadap individu2 dalam MT, aku nampak Akmal telah berjaya mencipta satu team yang saling melengkapi antara satu sama lain. Semua dengan keupayaan yang berlainan, tetapi menggunakan keupayaan yang ada untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Aku yang tipe2 xberapa nak layan orang pun rasa best xpsl2 *haha*. Mari lihat sabda Rasullullah s.a.w: maksudnya: "Bandingan seorang mukmin dengan mukmin yang lain bagaikan satu bangunan. Saling kuat – menguatkan antara satu sama lain"[1] (clap2 untuk semua yang terlibat).

Uish, muqadimah panjang sangat. Time aku presentation akaun dlu, dapat soalan berkisar bunga daripada saudara Nabil dari Makassar. Mungkin ada antara kita yang susah nak bezakan riba dengan jual beli. Yela dua2 mendatangkan untung kepada pengamalnya kan. Antara bukti yang menunjukkan perbezaan kedua ini adalah, pastilah hukumnya sahabat2 sekalian. "Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." ( QS. Al-Baqarah:275). Maksud jual beli insya Allah sume da tau, riba pulak ikut ilmu fiqih bermaksud "Setiap piutang yang mendatangkan keuntungan, maka itu adalah riba"[2]. Pemicu soalan ini diutarakan oleh sahabatku Nabil adalah kerana duit PKPMI Pusat dimasukkan ke dalam bank BNI yang biasa, jadi ada kadar bunga kat situ. Untuk pengetahuan semua, BNI ada menawarkan perkhidmatan syariah, tetapi time Akmal buat akaun die terlepas pandang, jadi problem sekarang, apa nak buat dengan duit ni?? (tertekan tul).

"Hai orang2 yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang2 yang beriman." (2:278). Jadi aku pon bertanya la kat Akmal, sekarang, apa kita nak buat dengan bunga kat dalam bank ni? (yela aku xde kuasa nak kuar kan duit suke2 hati). Akmal plak menjawab, xpe, kita transfer je ke akaun pusat yang baru nanti. Aku pon atas kejahilan yang ada, ok jeh. Ye la asal kita tak guna duit tu kan. Selang berapa hari baru terfikir, ate (eceh kecek Parit), if AJK Pusat yang baru terguna bunga ni plak camne? Aku makin risau bila terjumpa (jeng3..) ”orang2 yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.”(QS. 2:275). Dan satu lagi hadis "Jauhilah tujuh perkara yang boleh membinasakan kamu." Para Sahabat bertanya: "Wahai rasulullah, apakah tujuh perkara itu?" Rasulullah bersabda: "Mensyirikkan Allah, melakukan perbuatan sihir, membunuh manusia yang diharamkan oleh Allah melainkan dengan hak, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan pertempuran dan menuduh wanita yang baik melakukan zina, sedangkan dia tidak terfikir untuk melakukan perbuatan zina serta beriman"[3] . Tujuh dosa ini juga termasuk dalam tujuh dosa besar [4]. Sekarang mungkin Akmal pon da xde kuasa nak kuarkan bunga tu, jadi ikut konsep ’mencegah lebih baik daripada mengubati’, aku syor dan promote kepada semua (bukan YDP pusat baru jeh) agar pilihlah menabung di bank syariah. Lebih terjamin.

Habis pasal riba, ni feedback dari salah seorang junior aku, untuk akaun tabung kebajikan, die kata macam cacat je banyak sumbangan daripada Hamba Allah kat situ. Aku macam biasa, gelak je time tu, yela sumbangan xtau daripada siapa, xkan nak letak nama aku plak *hehe*. Tapi honestly aku suka je macam tu, jom lihat ayat ni: "Orang2 yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut2 pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"(2:262). Jadi xcacat la letak Hamba Allah, malah bangga btul aku sumbangan Hamba Allah ni kalau di total kan mencecah berjuta2 (Rupiah, bukan RM k). Semoga kebajikan semua student malaysia di sini lebih terjaga *huhu* (ayat skema).

Time aku present gak dulu, ada jugak cawangan2 yang memberitahu, antara sumbangan daripada Hamba Allah ni sebenarnya adalah sumbangan mereka. Jadi kalau macam dorang camne plak?? Haha, xde masalah deh, aku ketik (taip) je nama cawangan korang lagi sekali. Problem untuk mereka ni lain, mereka kutip daripada ahli2 cawangan masing2. kalau xletak nama cawangan dorang kat sumbangan tu, nanti ahli2 ada yang mempertikaikan karang, mana duit sumbangan cawangan kita yang korang kutip?. Kan susah kalau jadi camni. Takut jadi fitnah pulak karang. Lagipun leh baca ni "Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu."(2:271). Menampakkan sedekah itu bermaksud bertujuan supaya dicontohi orang lain, manakala menyembunyikan sedekah itu lebih baik dari menampakkanya, kerana menampakkan dapat menimbulkan riya’ pada diri si pemberi dan dapat pula menyakitkan hati orang yang diberi [5].

Wah panjang, kena marah dengan empunya blog lagi la sat lagi *hadui*. Ni pon aku da padamkan 2 topik dah *hehe*. Oklah selamat menjalani ibadat pada bulan ramadhan, ada salah silap pada penulisan harap dimaafkan (xde niat pon nak kutuk sesapa..serius). Tata.


Rujukan:
  1. Membela islam tanggungjawab & disiplin, Dr Mohd Asri Zainul Abidin, page 171,Riwayat al-Bukhari, jil: 1, no. 182 dan muslim: 4, no. 1999.
  2. Sifat perniagaan nabi, M. Ariffin Badri, page 42, Pustaka Darul Ilmi.
  3. Membela islam tanggungjawab & disiplin, Dr Mohd Asri Zainul Abidin, page 129, hadith riwayat al – Bukhari, jil: 3, no. 1017 dan muslim, jil:1. no. 92.
  4. Shahih tafsir ibnu katsir, al Mubarakfuri, An – Nisaa’ ayat 29 – 31, tentang tujuh dosa besar, Pustaka Ibnu Katsir.
  5. Al qur’an dan terjemahannya (Edisi Indonesia), wakaf dari pelayan dua tanah suci Raja Fahd bin Abdul Aziz Al Su’ud, (2:271), page 68.

Click to read more...
Related Posts with Thumbnails